Pamitan pulang usia umroh. Thawaf wada di lakukan boleh bila tidak juga boleh. Imam Syafii dan hambali memerintahkan sebaiknya melakukan. Sebagai bentuk kata pamit dan ada rasa rindu untuk bisa temu lagi. Dia yang diulang kembali dan sama. Beda saat thawaf biasa. Yang setiap sisi berbeda doanya. Plataran Kakbah saat usai thawaf wada Bareng Sedulur keluarga
Pulang dari tanah suci Mekkah. Seperti mimpi karena sekejap saja. Masuk kereta dan pulang. Ada beberapa suguhan. Kulineran kereta. Kopi dan juga nasi goreng,balado dan chiken. "Makan di kereta mahal!" Salam benak saat ditawari penjual kuliner kreta. Begitu dibandingkan dengan di tanah suci. Harganya lebih murah. Jadilah bandrol itu sedikit berubah. "Pintu raudah dibuka!" Iklan ku pada keluarga. "Cepet GEK do pesen!" Tim leader komando.. Dan mereka pada pesan. "Kopi,teh nasi!" Wow.... Uang q-ris laku keras.
Tiba di bandara suta jakarta. Ditempuh selama 10 jam. Dari bandara jedah Saudi Arabia. Selanjutnya ke stasiun pasar Senen. Ngegrab 400-an ribu. Dan kini beli tiket ke Klaten. Fajar utama silim tiket terjangkau. 350 dan Ok. Nunggu cukup lumayanlah. Saat tiba PKL 2 dan rencana berangkat PKL 6. Mereka yang mau' ikut kereta juga banyak. Pada nunggu dan harus nahan kantuk.
Komentar
Posting Komentar